Pengertian dan Contoh : Emphasize Auxiliary

  • Post author:
  • Post published:November 15, 2019
  • Post category:grammar

Simak Simak Simak! Emphasize Auxiliary Verb, Waw. Pasti sudah sangat tidak asing. Emphasize Auxiliary ini sering digunakan sebagai kalimat penekanan yang menggunakan kata kerja bantu. Jadi, bahasa kita akan dipermudah dengan penekanan menggunakan ‘Do, does, dan did’ terutama untuk menakankan kalimat-kalimat kesungguhan terhadap suatu tindakan. Misalnya; Aku sungguh-sungguh telah melupakan dia. Dia sungguh-sungguh memukul saya dengan bolanya.

Loh, Kalau mau bilang ‘sungguh-sungguh’ kenapa tidak menggunakan kata ‘Really’ saja? Itu dia fungsi Emphasize Auxiliary Verb. Hanya menggunakan kata kerja bantu ‘Do, Does, dan Did’ maka kalimat kita sudah mengandung penekanan. Coba simak contoh di bawah ini.

SIMAK YUK!

  • Fungsi : Memberi penegasan terhadap Verb Ordinary
  • Anggota : Do, does, did dalam kalimat (+) Vebal
  • Makna dari ‘do, does, did’ menjadi sungguh-sungguh atau benar-benar (Really) sebagai Adverb.

Penggunaan ‘Do’

Do secara umum memiliki arti ‘Mengerjakan’ akan tetapi di dalam Emphasize Auxiliary Verb, Do memiliki arti ‘Sungguh-sungguh atau benar-benar’. Do tidak bisa berdiri sendiri, selalu diikuti kata kerja setelah Do. Do dikenal sebagai kata bantu dalam Simple Present Tense dengan subjec (Pelaku) yang menyertainya adalah : I, You, They,We.

Contoh :
Aku sungguh mencintaimu
I do love you
I really love you (+)  Verbal

Kamu sungguh pintar
Really I do not love you  (-)
You are really smart (Nominal)

Penggunaan ‘Does’

Does secara umum berarti ‘Mengerjakan’ tetapi lagi-lagi di dalam Emphasize Auxiliary Verb memiliki arti ‘Benar-benar atau sungguh-sungguh’ Does tentu tidak bisa berdiri sendiri, selalu ada kata kerja setelah does untuk menjadikan kalimat itu menjadi penekanan. Sementara untuk subjec yang menyertinya yaitu : She, He, It.

Contoh :
– Mr. Freud does Loves his dog.
– Ms. Claudia does speak english well.

Penggunaan ‘Did’

Did merupakan V2 yang biasanya ditemukan di dalam Simple Past Tense. Did memiliki arti ‘mengerjakan’ akan tetapi di dalam Emphasize Auxiliary Verb, Did memili arti ‘Sungguh-sungguh atau benar-benar’ sementara subjec yang mengikutinya ialah : I, You, They, We, She, He, It. did selalu diikuti Verb setelahnya.Karena tidak bisa berdiri sendiri.

Contoh :
– I did swept the whole room.

Gampang BANGET kan? Selamat mencoba dan merangkai kata untuk membuat penekanan. Bilang saja kamu sungguh-sunggu telah melupakan dia. Atau kamu benar-benar sudah membuang semua kenangan bersamanya. Selamat mencoba 🙂